Interface & IP Address
Di sinilah teori IP Addressing & Subnetting menyentuh kenyataan: alamat, prefix, network, dan broadcast yang dulu dihitung di kertas kini dipasangkan ke port sungguhan.
Mengenal interface
Semua pintu keluar-masuk paket adalah interface — fisik maupun logis:
| Jenis | Contoh nama | Apa itu |
|---|---|---|
| Ethernet | ether1…etherN | Port fisik RJ45/SFP |
| Bridge | bridge1 | Switch virtual — gabungan beberapa port (bab berikutnya) |
| VLAN | vlan10 | Sub-interface 802.1Q di atas interface lain |
| WiFi | wifi1 | Radio nirkabel (bab Wireless) |
| WireGuard/EoIP/GRE | wireguard1 | Terowongan VPN |
| Loopback | lo | Alamat internal router — stabil untuk manajemen & BGP |
/interface/printBacaan pentingnya ada di kolom bendera: R = running (link hidup), X = disabled, S = slave (milik bridge/bonding — lihat bab berikutnya). Beri nama yang bermakna sejak awal:
/interface/ethernet/set ether1 comment="WAN - ke modem ISP"
/interface/ethernet/set ether2 comment="LAN - switch kantor"Memasang alamat IP
Perintah inti seluruh halaman ini:
/ip/address/add address=192.0.2.1/24 interface=ether2 comment="Gateway LAN"address=192.0.2.1/24— alamat wajib beserta prefix. Dari/24, RouterOS otomatis menurunkannetwork=192.0.2.0— kamu tidak mengetik subnet mask255.255.255.0sama sekali; notasi CIDR adalah bahasa aslinya.interface=ether2— di RouterOS, alamat milik interface, bukan milik perangkat. Satu interface boleh punya banyak alamat; satu alamat tak boleh di dua interface.
Periksa hasilnya:
/ip/address/print
# Flags: D - dynamic
# # ADDRESS NETWORK INTERFACE
# 0 192.0.2.1/24 192.0.2.0 ether2
# 1 D 203.0.113.27/24 203.0.113.0 ether1- Bendera
D(dynamic) = alamat pemberian DHCP client di WAN — tidak bisa di-edit manual karena bukan kamu yang memasangnya.
Uji pemahaman subnetting-mu di sini
Pasang 192.0.2.200/26 di sebuah interface, lalu print: RouterOS menulis network 192.0.2.192. Cocokkan dengan resep hitung cepat — block size 64, kelipatan di bawah 200 adalah 192. Router adalah kalkulator subnetting yang jujur.
Alamat kedua dan pola-pola umum
Interface boleh memikul beberapa subnet sekaligus — berguna saat migrasi penomoran:
/ip/address/add address=192.0.2.1/24 interface=ether2
/ip/address/add address=198.51.100.1/24 interface=ether2 comment="migrasi lama"Dan untuk link antar-router yang hanya butuh 2 alamat, gunakan /30 persis seperti teorinya:
/ip/address/add address=198.51.100.1/30 interface=ether5 comment="p2p ke router-B"ARP: melihat tetangga layer 2
Tabel penerjemah IP ↔ MAC bisa diintip langsung:
/ip/arp/print
# # ADDRESS MAC-ADDRESS INTERFACE
# 0 DC 192.0.2.10 4C:5E:0C:11:22:33 ether2D= dinamis (hasil ARP normal),C= complete. Entri statis (/ip/arp/add) dipakai jaringan paranoid yang mengunci pasangan IP–MAC — salah satu obat ARP spoofing.
Diagnosis dari dalam router
Router adalah titik pandang terbaik untuk troubleshooting per lapisan:
/interface/monitor-traffic ether1 once # L1/L2: link & laju bit
/ping 192.0.2.10 count=4 # L3: keterjangkauan host LAN
/ping 203.0.113.1 src-address=192.0.2.1 # L3: uji dari alamat tertentu
/tool/traceroute 198.51.100.10 # L3: jalur hop demi hop
/tool/sniffer/quick interface=ether2 # lihat paket telanjang (mini-Wireshark)src-address=pada ping — menguji kebijakan/NAT dari sudut pandang klien, bukan dari router; sering mengungkap masalah yang "ping dari router jalan, dari klien tidak".
Uji pemahaman
add address=192.0.2.1 interface=ether2(tanpa/24) — apa akibatnya? → RouterOS menganggap/32; klien LAN takkan menemukan gateway-nya. Prefix bukan hiasan.- Alamat ber-bendera
Ddari mana? → Dinamis — DHCP client, PPP, dsb; dikelola prosesnya, bukan oleh/ip/address. - Link p2p antar-router paling hemat memakai prefix apa? →
/30(atau/31).
Satu port satu kabel sudah beres. Menggabungkan banyak port menjadi switch — lengkap dengan VLAN — adalah bab berikutnya: Bridging & Switching.