Wireless & Satelit
Bab penutup modul praktik ini mengudara dua kali: pertama lewat Wi-Fi (sentimeter sampai kilometer), lalu lewat transponder di orbit (36.000 km). Keduanya layer 1–2 nirkabel dengan aturan main yang sudah kamu pelajari — tinggal dieksekusi.
Wi-Fi di RouterOS: paket wifi
RouterOS v7 memakai paket driver baru bernama wifi (menu /interface/wifi) untuk chipset 802.11ac/ax modern — menggantikan menu wireless lama. Konsepnya tetap: satu radio, mode menentukan perannya.
Mode AP: memancarkan jaringan
Sintaks resmi konfigurasi dasar AP:
/interface/wifi/set wifi1 disabled=no configuration.country=Indonesia \
configuration.ssid=NetSat-Kantor security.authentication-types=wpa2-psk,wpa3-psk \
security.passphrase=SandiWiFi_Kantor1configuration.country=Indonesia— bukan formalitas: menentukan kanal dan batas daya yang legal sesuai regulasi spektrum nasional.security.authentication-types=wpa2-psk,wpa3-psk— mode transisi: klien baru memakai WPA3, yang lama tetap tersambung via WPA2 — praktik enkripsi di mana-mana.- Interface
wifi1lalu dimasukkan bridge LAN agar klien nirkabel dan kabel se-jaringan — atau diberi VLAN sendiri untuk jaringan tamu.
Mode station: menjadi klien
Untuk menautkan gedung seberang (point-to-point) atau menumpang Wi-Fi lain, radio menjadi station:
/interface/wifi/set wifi1 configuration.mode=station configuration.ssid=NetSat-Kantor \
security.passphrase=SandiWiFi_Kantor1configuration.mode=station— radio berhenti memancarkan beacon dan bergabung ke AP ber-SSID tersebut, persis laptop — tapi dengan antena dan penempatan kelas luar-ruang.
CAPsMAN sekilas
Mengelola 30 AP satu per satu tidak masuk akal. CAPsMAN menjadikan satu router pengendali (controller) bagi semua AP (CAP): konfigurasi SSID, keamanan, dan kanal ditulis sekali di controller, disebarkan otomatis.
/interface/wifi/capsman/set enabled=yes
/interface/wifi/provisioning/add action=create-dynamic-enabled \
master-configuration=konfig-kantorprovisioning— aturan "AP baru yang mendaftar, beri konfigurasi ini" — AP tinggal colok, controller yang berpikir. Arsitekturnya senada pengelolaan terpusat di mana pun: satu sumber kebijakan, banyak pelaksana.
RouterOS di jaringan VSAT
Di puluhan ribu titik VSAT Indonesia, kotak setelah modem satelit sering kali RouterOS. Topologinya:
[SATELIT GEO]
~ ~ ~
[Antena + BUC/LNB]
│ IFL
[Modem VSAT] ── ether1 ── [RouterOS] ── bridge1 ── LAN sekolah/puskesmas
(PEP di sini) (DHCP, firewall, QoS, VLAN)Semua bab sebelumnya berlaku apa adanya — plus penyesuaian khusus link ber-RTT ±600 ms:
1. Jangan lawan PEP-nya. Akselerasi TCP hidup di modem; ia butuh melihat header TCP. Trafik boleh saja kamu VPN-kan — tapi sadari harganya, dan pilih WireGuard/UDP bila memang harus.
2. QoS adalah keharusan, bukan hiasan. Kapasitas CIR yang dijamin mungkin hanya 2 Mbps — tanpa antrean prioritas, satu unduhan Windows Update membunuh telepon VoIP puskesmas:
/queue/tree/add name=uplink parent=global max-limit=2M
/queue/tree/add name=voip-sat parent=uplink packet-mark=voip priority=1 limit-at=512k max-limit=1M
/queue/tree/add name=data-sat parent=uplink packet-mark=no-mark priority=8 max-limit=2Mmax-limit=2Mdi induk sedikit di bawah kapasitas nyata link — antrean harus terjadi di router (yang kamu kendalikan), bukan di buffer modem (yang tidak). Tandavoipberasal dari mangle — dan ingat: FastTrack harus dikecualikan agar penandaan bekerja.
3. Layani sebanyak mungkin secara lokal. Setiap RTT yang dihemat terasa:
/ip/dns/set allow-remote-requests=yes cache-size=4096KiB
/system/ntp/server/set enabled=yes
/system/ntp/client/set enabled=yes servers=203.0.113.123- Cache DNS lokal memangkas ±600 ms dari setiap resolusi nama yang berulang; router juga menjadi server NTP bagi LAN — satu sinkronisasi ke atas, semua jam lokal akur.
4. Awasi link-nya dari jauh. Situs VSAT jarang punya teknisi:
/tool/netwatch/add host=172.16.0.1 interval=30s down-script="/log warning \"link satelit down\""
/interface/monitor-traffic ether1 oncenetwatchmemantau keterjangkauan gateway hub dan menjalankan skrip saat putus (log, kirim notifikasi, aktifkan jalur cadangan — failover distance melengkapinya).
Timer protokol vs latensi orbit
Menjalankan OSPF melintasi link GEO? Ingat peringatan modul teori: timer hello yang agresif bisa salah memvonis link mati hanya karena RTT-nya setengah detik. Longgarkan timer, atau cukup gunakan rute statis + check-gateway — sederhana sering kali lebih tangguh.
Uji pemahaman
- Kenapa
configuration.countrywajib benar? → Kanal dan daya pancar diatur regulasi nasional — salah negara = ilegal sekaligus mengganggu pengguna spektrum lain. - QoS satelitmu tak berpengaruh padahal queue tree rapi — dua tersangka? → FastTrack (paket melompati queue) atau
max-limitinduk ≥ kapasitas link (antrean pindah ke modem). - Apa untungnya router remote menjadi DNS cache + NTP server lokal? → Memotong RTT ±600 ms dari transaksi kecil berulang — persentase penghematan terbesar justru di paket-paket terkecil.
Modul praktik selesai
Tiga modul kini saling mengunci: teori jaringan menjelaskan kenapa, modul satelit menjelaskan lewat mana, dan modul ini menunjukkan bagaimana mengetiknya. Bawa ketiganya ke lab (CHR gratis menunggu), rusak sesuatu, perbaiki, ulangi — di situlah ilmunya menempel. Kontribusi dan koreksi tetap terbuka di GitHub.