Routing
Routing adalah proses memilih jalur untuk paket dari satu jaringan ke jaringan lain. Setiap router memegang tabel routing — daftar "untuk tujuan X, kirim lewat pintu Y" — dan setiap paket diputuskan hop demi hop: router hanya menentukan langkah berikutnya, bukan seluruh perjalanan.
Cara router mengambil keputusan
Saat paket tiba, router:
- Membaca IP tujuan di header paket.
- Mencari entri tabel routing yang cocok.
- Jika ada beberapa yang cocok, memilih yang paling spesifik (longest prefix match).
- Meneruskan paket ke next hop lewat antarmuka yang tercatat, dengan frame layer-2 baru dan TTL dikurangi 1.
Longest prefix match
Tabel berisi tiga entri berikut, dan paket menuju 10.1.5.20 tiba:
10.0.0.0/8 via 192.0.2.1 ← cocok (8 bit)
10.1.0.0/16 via 192.0.2.5 ← cocok (16 bit)
10.1.5.0/24 via 192.0.2.9 ← cocok (24 bit) ✔ dipilih
0.0.0.0/0 via 192.0.2.13 ← default routeEntri /24 menang karena paling spesifik. Entri 0.0.0.0/0 — default route — adalah jaring pengaman: "kalau tidak ada yang cocok, lempar ke sini". Router rumahmu praktis hanya punya satu default route ke ISP.
Dari mana isi tabel routing berasal?
| Sumber | Ciri | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| Connected | Otomatis dari antarmuka yang aktif | Selalu |
| Static | Diketik admin satu per satu | Jaringan kecil, link stub, default route |
| Dynamic | Dipelajari lewat protokol routing | Jaringan menengah–besar |
Routing statis
# Linux: semua trafik ke 172.16.0.0/16 lewat 192.0.2.1
ip route add 172.16.0.0/16 via 192.0.2.1
# Cisco IOS
ip route 172.16.0.0 255.255.0.0 192.0.2.1Sederhana dan bisa diprediksi, tapi tidak beradaptasi: kalau link putus, rute statis tetap menunjuk ke jurang. Untuk itu ada routing dinamis.
Protokol routing dinamis
Router saling bertukar informasi dan menghitung ulang jalur secara otomatis saat topologi berubah (convergence).
| Protokol | Tipe | Metric | Lingkup | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| RIP | Distance vector | Hop count (maks 15) | IGP | Legacy; nyaris tak dipakai lagi |
| OSPF | Link state | Cost (∝ bandwidth) | IGP | Standar terbuka, umum di enterprise |
| EIGRP | Advanced distance vector | Bandwidth+delay | IGP | Milik Cisco (kini terbuka) |
| IS-IS | Link state | Cost | IGP | Favorit ISP besar |
| BGP | Path vector | Kebijakan & AS-path | EGP | Perekat antar-ISP — protokol internet |
Distance vector vs link state
- Distance vector ("routing dari kabar tetangga"): tiap router hanya tahu jarak dan arah menurut cerita tetangganya. Sederhana, tapi lambat konvergen dan rawan routing loop.
- Link state ("routing dari peta"): tiap router menyebarkan kondisi link-nya ke semua router se-area, sehingga semuanya memegang peta topologi lengkap, lalu masing-masing menghitung jalur terpendek dengan algoritme Dijkstra (SPF). Konvergensi cepat dan bebas loop.
OSPF dalam satu paragraf
Router OSPF berkenalan lewat paket hello, menjadi neighbor, lalu menyinkronkan basis data topologi (LSDB). Jaringan besar dipecah menjadi area dengan Area 0 sebagai tulang punggung. Cost default berbanding terbalik dengan bandwidth, sehingga OSPF otomatis memilih jalur tercepat — dan link ber-cost tinggi (misalnya link satelit cadangan) hanya dipakai saat jalur utama mati.
BGP: routing antar-"negara"
Internet adalah federasi ±75.000 Autonomous System (AS) — ISP, penyedia cloud, kampus besar; masing-masing punya nomor AS. BGP mempertukarkan rute antar-AS, dan memilih jalur berdasarkan kebijakan (urusan bisnis: siapa pelanggan, siapa peer), bukan sekadar jarak terpendek. Rute internet penuh saat ini ±1 juta prefix IPv4.
Kesalahan BGP berdampak global
Karena BGP saling percaya, satu AS yang salah mengumumkan prefix orang lain (route leak / hijack) bisa membelokkan trafik dunia — beberapa insiden besar internet bermula dari sini. Mitigasinya (RPKI, filtering) disinggung di Keamanan Jaringan.
Melihat routing bekerja
# tabel routing lokal
ip route show
# ↳ default via 192.168.1.1 dev wlan0
# 192.168.1.0/24 dev wlan0 scope link src 192.168.1.7
# jejak jalur hop demi hop ke tujuan
traceroute netsat.aderamdani.web.id
# ↳ 1 192.168.1.1 2 ms ← router rumah
# 2 10.20.0.1 9 ms ← agregasi ISP
# 3 203.0.113.41 14 ms ← core ISP
# ... ← seterusnya sampai servertraceroute memanfaatkan TTL: paket pertama diberi TTL 1 (mati di router pertama, yang lalu mengirim pesan ICMP), paket kedua TTL 2, dan seterusnya — setiap "kematian" mengungkap satu hop.
Routing dan satelit
Dua titik temu yang menarik:
- Link GEO sebagai satu hop mahal. Bagi routing, link VSAT hanyalah satu hop — tapi dengan delay ±250 ms sekali jalan. Protokol routing perlu disetel (timer hello OSPF, misalnya) agar tidak salah mengira link mati, dan link satelit biasanya diberi cost tinggi agar hanya menjadi cadangan.
- Routing di orbit. Konstelasi LEO dengan inter-satellite link seperti Starlink benar-benar melakukan forwarding di angkasa — topologinya berubah terus karena satelit bergerak ±7,5 km/s, masalah routing yang tidak pernah dihadapi jaringan darat.
Uji pemahaman
- Paket menuju
172.16.5.9; tabel memuat172.16.0.0/16 via Adan172.16.5.0/24 via B. Lewat mana? → B (longest prefix match). - Kenapa link satelit diberi OSPF cost tinggi? → Agar dipilih hanya ketika jalur teresterial mati (cadangan).
- Protokol apa yang merutekan antar-ISP? → BGP.
Praktik: rute statis, failover dua WAN, OSPF, dan BGP dikonfigurasi nyata di Routing di RouterOS (MikroTik).
Routing mengurus perpindahan antar-jaringan. Perpindahan di dalam satu jaringan lokal adalah dunia yang berbeda: Switching & VLAN.